Selasa, 22 Januari 2013

Mereka Hancurkan Islam Secara Pelan

Ibu Guru
berkerudung rapi tampak
bersemangat di depan kelas sedang
mendidik murid-muridnya dalam
pendidikan Syari'at Islam. Di tangan
kirinya ada kapur, di tangan
kanannya ada penghapus. Ibu Guru
berkata, "Saya punya permainan.
Caranya begini, di tangan kiri saya
ada kapur, di tangan kanan ada
penghapus.
Jika saya angkat kapur ini, maka
berserulah "Kapur!", jika saya
angkat penghapus ini, maka
berserulah "Penghapus!" Murid
muridnya pun mengerti dan
mengikuti. Ibu Guru mengangkat
silih berganti antara tangan kanan
dan tangan kirinya, kian lama kian
cepat.
Beberapa saat kemudian sang guru
kembali berkata, "Baik sekarang
perhatikan. Jika saya angkat kapur,
maka berserulah "Penghapus!", jika
saya angkat penghapus, maka
katakanlah "Kapur!". Dan permainan
diulang kembali.
Maka pada mulanya murid-murid
itu keliru dan kikuk, dan sangat
sukar untuk mengubahnya. Namun
lambat laun, mereka sudah biasa
dan tidak lagi kikuk. Selang
beberapa saat, permainan berhenti.
Sang guru tersenyum kepada murid-
muridnya.
"Anak-anak, begitulah ummat Islam.
Awalnya kalian jelas dapat
membedakan yang haq itu haq, yang
bathil itu bathil. Namun kemudian,
musuh musuh ummat Islam
berupaya melalui berbagai cara,
untuk menukarkan yang haq itu
menjadi bathil, dan sebaliknya.
Pertama-tama mungkin akan sukar
bagi kalian menerima hal tersebut,
tetapi karena terus disosialisasikan
dengan cara-cara menarik oleh
mereka, akhirnya lambat laun kalian
terbiasa dengan hal itu. Dan kalian
mulai dapat mengikutinya. Musuh-
musuh kalian tidak pernah berhenti
membalik dan menukar nilai dan
etika."
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan
tidak lagi sesuatu yang pelik, zina
tidak lagi jadi persoalan, pakaian
seksi menjadi hal yang lumrah, sex
sebelum nikah menjadi suatu
hiburan dan trend, materialistik kini
menjadi suatu gaya hidup, korupsi
menjadi kebanggaan dan lain lain.
Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa
disedari, kalian sedikit demi sedikit
menerimanya. Paham?" tanya Guru
kepada murid-muridnya. "Paham Bu
Guru"
"Baik permainan kedua," Ibu Guru
melanjutkan. "Bu Guru ada Qur'an,
Bu Guru akan meletakkannya di
tengah karpet. Quran itu "dijaga"
sekelilingnya oleh ummat yang
dimisalkan karpet. Sekarang anak-
anak berdiri di luar karpet.
Permainannya adalah, bagaimana
caranya mengambil Qur'an yang ada
di tengah dan ditukar dengan buku
lain, tanpa memijak karpet?" Murid-
muridnya berpikir. Ada yang
mencoba alternatif dengan tongkat,
dan lain-lain, tetapi tak ada yang
berhasil.
Akhirnya Sang Guru memberikan
jalan keluar, digulungnya karpet,
dan ia ambil Qur'an ditukarnya
dengan buku filsafat materialisme.
Ia memenuhi syarat, tidak memijak
karpet.
"Murid-murid, begitulah ummat
Islam dan musuh-musuhnya.
Musuh-musuh Islam tidak akan
memijak-mijak kalian dengan
terang-terangan. Karena tentu kalian
akan menolaknya mentah-mentah.
Orang biasapun tak akan rela kalau
Islam dihina dihadapan mereka.
Tetapi mereka akan menggulung
kalian perlahan-lahan dari pinggir,
sehingga kalian tidak sadar. Jika
seseorang ingin membuat rumah
yang kuat, maka dibina pundasi
yang kuat. Begitulah ummat Islam,
jika ingin kuat, maka bangunlah
aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika
ingin membongkar rumah, tentu
susah kalau fondasinya dahulu.
Lebih mudah hiasan-hiasan dinding
akan dikeluarkan dahulu, kursi
dipindahkan dahulu, lemari
dikeluarkan dahulu satu persatu,
baru rumah dihancurkan…"
"Begitulah musuh-musuh Islam
menghancurkan kalian. Mereka tidak
akan menghantam terang-terangan,
tetapi ia akan perlahan-lahan
meletihkan kalian. Mulai dari
perangai, cara hidup, pakaian dan
lain-lain, sehingga meskipun kalian
itu Muslim, tetapi kalian telah
meninggalkan Syari'at Islam sedikit
demi sedikit. Dan itulah yang
mereka inginkan."
"Kenapa mereka tidak berani terang-
terangan menginjak-injak Bu Guru?"
tanya mereka. Sesungguhnya dahulu
mereka terang-terang menyerang,
misalnya Perang Salib, Perang
Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang
tidak lagi. Begitulah ummat Islam.
Kalau diserang perlahan-lahan,
mereka tidak akan sadar, akhirnya
hancur. Tetapi kalau diserang
serentak terang-terangan, baru
mereka akan sadar, lalu mereka
bangkit serentak. Selesailah
pelajaran kita kali ini, dan mari kita
berdo'a dahulu sebelum pulang…"
Matahari bersinar terik tatkala anak-
anak itu keluar meninggalkan
tempat belajar mereka dengan
pikiran masing-masing di kepalanya.
***
Ini semua adalah fenomena Ghazwu
lFikri (perang pemikiran). Dan inilah
yang dijalankan oleh musuh-musuh
Islam. Allah berfirman dalam surat
At Taubah yang artinya:
"Mereka hendak memadamkan
cahaya Allah dengan mulut-
mulut mereka, sedang Allah tidak
mau selain menyempurnakan
cahayaNya, sekalipun orang-
orang kafir itu benci akan hal
itu." (QS. At Taubah :32).
Musuh-musuh Islam berupaya
dengan kata-kata yang membius
ummat Islam untuk merusak aqidah
ummat umumnya, khususnya
generasi muda Muslim. Kata-kata
membius itu disuntikkan sedikit
demi sedikit melalui mas media,
grafika dan elektronika, tulisan-
tulisan dan talk show, hingga tak
terasa.
Begitulah sikap musuh-musuh
Islam. Lalu, bagaimana sikap kita…?
-Note From Brother Asep Juju-
(anna/muslimazone.com)

Kesaksian Orang Mati Suri

Aslina adalah warga pekan baru
yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu.
Gadis berusia sekitar 25 tahun itu
memberikan kesaksian saat
nyawanya dicabut dan apa yang
disaksikan ruhnya saat mati suri.
Sebelum Aslina memberi kesaksian,
pamannya Rustam Effendi
memberikan penjelasan pembuka.
Aslina berasal dari keluarga
sederhana, ia telah yatim. Sejak
kecil cobaan telah datang pada
dirinya. Pada umur tujuh tahun
tubuhnya terbakar api sehingga
harus menjalani dua kali operasi.
Menjelang usia SMA ia termakan
racun. Tersebab itu ia menderita
selama tiga tahun. Pada umur 20
tahun ia terkena gondok
(hipertiroid) . Gondok tersebut
menyebabkan beberapa kerusakan
pada jantung dan matanya. Karena
penyakit gondok itu maka Jumat, 24
Agustus 2006 Aslina menjalani
check-up atas gondoknyadi Rumah
Sakit di jakarta. Setelah itu, Hasil
pemeriksaan menyatakan
penyakitnya di ambang batas
sehingga belum bisa dioperasi..
”Kalau dioperasi maka akan terjadi
pendarahan,’ ‘ jelas Rustam. Oleh
karena itu Aslina hanya diberi obat.
Namun kondisinya tetap lemah.
Malamnya Aslina gelisah luar biasa,
dan terpaksa pamannya membawa
Aslina kembali ke jakarta sekitar
pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan
ke unit gawat darurat (UGD), saat itu
detak jantungnya dan napasnya
sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD
masuk ke ruang perawatan. ”Aslina
seperti orang ombak (menjelang
sakratulmaut). Lalu saya ajarkan
kalimat thoyyibah dan syahadat.
Setelah itu dalam pandangan saya
Aslina menghembuskan nafas
terakhir, ” ungkapnya. Usai Rustam
memberi pengantar, lalu Aslina
memberikan kesaksiaanya.
”Mati adalah pasti. Kita ini calon-
calon mayat, calon penghuni kubur,”
begitu ia mengawali kesaksiaanya
setelah meminta seluruh hadirin
yang memenuhi Grand Ball Room
Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru
tersebut membacakan shalawat
untuk Nabi Muhammad SAW. Tak
lupa ia juga menasehati jamaah
untuk memantapkan iman, amal dan
ketakwaan sebelum mati datang.
”Saya telah merasakan mati,” ujar
anak yatim itu..
Hadirin terpaku mendengar
kesaksian itu. Sungguh, lanjutya,
terlalu sakit mati itu.
Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa
dicabut itu seperti sakitnya kulit
hewan ditarik dari daging, dikoyak.
Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa
malaikat mencabut (nyawa) dari kaki
kanan saya,” tambahnya. Di saat itu
ia sempat diajarkan oleh pamannya
kalimat thoyibah. ”Saat di ujung
napas, saya berzikir,” ujarnya.
”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,”
ulangnya di hadapan lebih dari 300
alumni ESQ Pekanbaru.
Diungkapkan, ketika ruhnya telah
tercabut dari jasad, ia menyaksikan
di sekelilingnya ada dokter,
pamannya dan ia juga melihat
jasadnya yang terbujur. Setelah itu
datang dua malaikat serba putih
mengucapkanAssalammualaiku m
kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu
besar, kalau memanggil, jantung
rasanya mau copot, gemetar,” ujar
Aslina mencerita pengalaman
matinya. Lalu malaikat itu bertanya:
‘’siapa Tuhanmu, apa agamamu,
dimana kiblatmu dan siapa nama
orangtuamu.. “ Ruh Aslina menjawab
semua pertanyaan itu dengan
lancar. Lalu ia dibawa ke alam
barzah. ”Tak ada teman kecuali
amal,” tambah Aslina yang Ahad
malam itu berpakaian serba hijau.
Seperti pengakuan pamannya, Aslina
bukan seorang pendakwah, tapi
malam itu ia tampil memberikan
kesaksian bagaikan seorang
muballighah. Di alam barzah ia
melihat seseorang ditemani oleh
sosok yangmukanya berkudis,badan
berbulu dan mengeluarkan bau
busuk. Mungkin sosok itulah adalah
amal buruk dari orang tersebut.
Kemudian Aslina melanjutkan.
”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali
lagi ia mengajak hadirin untuk
bertaubat dan beramal sebelum ajal
menjemput. Di alam barzah, ia
melanjutkan kesaksiannya, ruh
Aslina dipimpin olehdua orang
malaikat. Saat itu ia ingin sekali
berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia
memanggil malaikat itu
dengan”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah
saya bertemu dengan ayah saya,”
tanyanya. Lalu muncullah satu
sosok.Ruh Aslina tak mengenal sosok
yang berusia antara 17-20 tahun
itu. Sebab ayahnya meninggal saat
berusia65 tahun. Ternyata memang
benar, sosok muda itu adalah
ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan
salam ke ayahnya dan berkata:
”Wahai ayah, janji saya telah
sampai.” Mendengar itu ayah saya
saya menangis. Lalu ayahnya berkata
kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah,
kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina
pun menjawab. ”Saya tak bisa
pulang, karena janji telah sampai”.
Usai menceritakan dialog itu, Aslina
mengingatkan kembali kepada
hadirin bahwa alam barzah dan
akhiratitu benar-benar ada. ”Alam
barzah, akhirat, surga dan neraka
itu betul ada. Akhirat adalah kekal,”
ujarnya bak seorang pendakwah.
Setelah dialog antara ruh Aslina dan
ayahnya. Ayahnya tersebut
menunduk. Lalu dua malaikat
memimpinnya kembali, ia bertemu
dengan perempuan yang beramal
shaleh yang mukanya bercahaya dan
wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi
yang empuk dan didudukkan di
kursi tersebut, disebelahnya
terdapat seorang perempuan yang
menutup aurat, wajahnya cantik.
Ruh Aslina bertanya kepada
perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu
perempuan itu menjawab.”Akulah
(amal) kamu.”
Selanjutnya ia dibawa bersama dua
malaikat dan amalnya berjalan
menelurusi lorong waktu melihat
penderitaan manusia yang disiksa.
Di sana ia melihat seorang laki-laki
yang memikul besi seberat 500 ton,
tangannya dirantai ke bahu,
pakaiannya koyak-koyak dan baunya
menjijikkan. Ruh Aslina bertanya
kepadaamalnya. ”Siapa manusia ini?”
Amal Aslina menjawab orang
tersebut ketika hidupnya suka
membunuh orang.
Lalu dilihatnya orang yang yang
kulit dan dagingnya lepas. Ruh
Aslina bertanya lagi ke amalnya
tentang orang tersebut. Amalnya
mengatakan bahwa manusia
tersebut tidak pernah shalat.
Selanjutnya tampak pula oleh ruh
Aslina manusia yang dihujamkan
besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu
adalah manusia yang suka berzina.
Tampak juga orang saling bunuh,
manusia itu ketika hidup suka
bertengkar dan mengancam orang
lain.
Dilihatkan juga pada ruh Aslina,
orang yang ditusuk dengan 80
tusukan, setiap tusukan terdapat 80
mata pisau yang tembus ke dadanya,
lalu berlumuran darah, orang
tersebut menjerit dan tidak ada
yang menolongnya. Ruh Aslina
bertanya pada amalnya. Dan dijawab
orang tersebut adalah orang juga
suka membunuh. Ada pula orang
yang dihempaskan ke tanah lalu
dibunuh. Orang tersebut adalah
anak yang durhaka dan tidak mau
memelihara orang tuanya ketika di
dunia.
Perjalanan menelusuri lorong waktu
terus berlanjut. Sampailah ruh
Aslina di malam yang gelap, kelam
dan sangat pekat sehingga dua
malaikat dan amalnya yang ada
disisinya tak tampak. Tiba-tiba
muncul suara orang mengucap :
Subhanallah, Alhamdulillah dan
Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang
mengalungkan sesuatu di lehernya.
Kalungan itu ternyata tasbih yang
memiliki biji 99 butir.
Perjalanan berlanjut. Ia nampak
tepak tembaga yang sisi-sisinya
mengeluarkan cahaya, di belakang
tepak itu terdapat gambar kakbah.
Di dalam tepak terdapat batangan
emas. Ruh Aslina bertanya pada
amalnya tentang tepak itu. Amalnya
menjawab tepak tersebut adalah
husnul khatimah. (Husnul khatimah
secara literlek berarti akhir yang
baik. Yakni keadaan dimana manusia
pada akhir hayatnya dalam keadaan
(berbuat)baik,red).
Selanjutnya ruh Aslina
mendengarkan adzan seperti adzan
di Mekkah. Ia pun mengatakan
kepada amalnya. ”Saya mau shalat.”
Lalu dua malaikat yang
memimpinnya melepaskan tangan
ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum,
saya shalat seperti orang-orang di
dunia shalat,” ungkap Aslina.
Selanjutnya ia kembali dipimpin
untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu
diperlihatkan pula kepada ruh
Aslina, makam Nabi Muhammad
SAW. Dimakam tersebut batangan-
batangan emas di dalam tepak
”husnul khatimah” itu mengeluarkan
cahaya terang. Berikutnya ia melihat
cahaya seperti matahari tapi agak
kecil. Cahaya itu pun bicara kepada
ruh Aslina. ”Tolong kau sampaikan
kepada umat, untuk bersujud di
hadapan Allah.”
Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan
miliaran manusia dari berbagai abad
berkumpul di satu lapangan yang
sangat luas. Ruh Aslina hanya
berjarak sekitar lima meter dari
kumpulan manusia itu. Kumpulan
manusia itu berkata. ”Cepatlah
kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya
Allah.” Manusia-manusia itu juga
memohon. ”Tolong kembalikan aku
ke dunia, aku mau beramal.”
Begitulah di antara cerita Aslina
terhadap apa yang dilihat ruhnya
saat ia mati suri. Dalam
kesaksiaannya ia senantiasa
mengajak hadirin yang datang pada
pertemuan alumni ESQ itu untuk
bertaubat dan beramal shaleh serta
tidak melanggar aturan Allah.
”Apa yang disampaikan Aslina,
mungkin bukti yang ditunjukkan
Allah kepada kita semua, ” ujarnya.
Menanggapi kesaksian Aslina yang
melihat orang-orang berteriak ingin
dikembalikan ke dunia dan ingin
beramal serta penelitian Raymond
yang menyebutkan ”aku ingin agar
aku dapat kembali dan membatalkan
semuanya,” Legisan mengutip ayat
Al-Quran Surat Al-Mu’muninun (23)
ayat 99-100:
Hingga apabila datang kematian
kepada seseorang dari mereka, dia
berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah
aku (ke dunia).”(99) . Agar aku
berbuat amal yang saleh terhadap
yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali
tidak. Sesungguhnya itu adalah
perkataan yang diucapkannya saja.
Dan di hadapan mereka ada dinding
sampai hari mereka dibangkitkan.
(100).
Sebagai penguat dalil agar manusia
bertaubat, dikutipkan juga Quran
Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dan
kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu,
dan berserah dirilah kepada-Nya
sebelum datang azab kepadamu
kemudian kamu tidak dapat ditolong
(lagi).”
Setelah berpidato, aslina
mendapatkan tepukan meriah dari
penonton tapi bila di facebook, ia
dapatkan jempol sekarang.
Semoga pembaca dapat mengambil
pelajaran darikesaksiaan
tersebut.-------------------------------------------------------------------------------
Nb : Bagikan cerita ini kepada
semua orang, agar mereka
mendapat hikmahnya dari cerita ini.
Dan Ternyata hidup ini hanya
sementara, serta hanya amal juga
hati yang bersihlah yang mampu
menuntun kita menuju jalan
kehadapan Illahi.

Ternyata Yahudi mengikuti sunnah nabi kita

Bijak sungguh yahudi
memperdayakan kita umat Islam,
mereka suruh kita minum susu
lembu buatan mereka, tapi mereka
minum susu kambing, mereka
minum apa yang diminum oleh Nabi
kita Muhammad SAW.
Mengapa kita tidak ikut nabi kita,
kita ikut orang yahudi tapi ternyata
mereka mengikut apa yg nabi kita
makan dan minum. Teruskan
membongkar kebijaksanaan
yahudi... menipu umat Islam.
Kata-katanya ini adalah bertepatan
dengan hadis Rasullulah:
"Berwaspadalah terhadap syaitan
demi keselamatan agama kamu. Dia
telah berputus asa untuk
menyesatkan kamu dalam perkara-
perkara besar, maka berjaga-jagalah
supaya kamu tidak mengikutnya
dalam perkara-perkara kecil"
Antara 'barangan mereka' yang telah
dijadikan ikutan oleh kebanyakan
dari kita.
1. Kita diajar dalam buku biologi,
buku pemakanan (kajian dan
terbitan para kafir ni) bahwa kalau
ingin dapat vitamin B dan kalau
ingin tambah darah kita memakan
hati hewan dan hati ayam tetapi
sebenarnya Nabi kita tidak
menyuruh memakan organ dalam.
mengikuti kafir apa mengikuti ajaran
nabi kita? Sebenarnya makan hati
ayam dapat melembabkan otak kita
sebab hati merupakan organ dimana
semua toksin akan dikumpulkan dan
dineutralkan. Jadi, kepekatan toksin
tinggi di hati ayam. makanlah kita
toksin tersebut serta bengaplah otak
kita umat Islam sebab percaya buku
sains keluaran kafir ini.
2. Kita diajarkan dalam sains
bahawa kopi tidak bagus untuk
kesehatan. Namun sebenarnya kopi
adalah antara minuman kegemaran
Nabi kita selain susu dan madu.
Cuba lihat orang Yahudi, mereka
minum kopi, Starbuck. Profesor di
UK yang Yahudi semua ada segelas
kopi di tangan mereka.
3. Kita diajar makan kambing tinggi
kolesterol, namun kambing juga
adalah makanan Nabi kita. Seolah-
olah buku sains ingin merendahkan
makanan Nabi kita. Sebenarnya
daging kambing adalah daging
paling kurang kolesterol.
4. Kita diajar bahawa makan
McDonalds adalah bagus, namun
sebenarnya McDonalds adalah
makanan yang sangat tinggi MSG
dan kolesterolnya dan paling banyak
lemak tepu trans.
5. Para kafir ni juga menggalakkan
kita minum dan makan makanan
yang langsung tak berkhasiat ,
contohnya coke dan maggi . Coke tu
sangatlah beracun dan sangat tidak
bagus untuk kesihatan (gula tinggi,
berasid, pH dalam lingkungan 3.5,
ada racun tersembunyi) . Dan kita
ketagihan dengan makanan dan
minumaan tersebut.IRONIS !
6 . Untuk pengetahuan, para kafir
agen dajjal ini menggalakkan
kebaikan minum soya (sebab USA
merupakan pengeluar soya
terbesar), namun sebenarnya soya
dapat melemahkan kejantanan lelaki
dan mengurangkan kesuburan lelaki
dan perempuan. Selain itu juga soya
dapat meningkatkan risiko kanser
payudara, kanser ovari, kanser
prostat, serta melemahkan otak dan
tulang sebab dalam soya ada
hormon estrogen yang sama dengan
estrogen di wanita. Selain itu, soya
ada phytic acid yang membuatkan
penyerapan kalsium, magnesium dan
zinc yang penting untuk badan kita
menjadi lemas juga merusak
jaringan tubuh.

Renungan Buat Anak Gaul yang Ngefan Banget Sama Artis

Faiz suka banget sama grup band
Armada, walaupun lagunya kadang-
kadang “melo” tapi menurut Faiz,
Armada tuh “gue banget”. Hitsnya
selalu menjadi hapalan wajib.
Sampai hits terbaru armada jadi
ringtone hape Faiz. Dia pun selalu
rajin mengikuti perkembangan band
favoritnya tersebut lewat fb. Faiz
pun mengikuti gaya rambutnya Rizal
sang vokalis, ...hanya saja Faiz nggak
berani ikutan gondrong karena di
sekolahnya, siswa lelaki dilarang
keras berambut gondrong.
Lain lagi dengan Dinda. Gadis manis
yang selalu berjilbab cerah itu
ternyata nge-fans berat sama SuJu
(Super Junior). Meskipun teman-
teman ROHIS (Rohani Islam) -nya
sudah mengingatkan Dinda untuk
tidak menonoton konser SuJu di
Ancol akhir bulan lalu tapi diam-
diam Dinda pergi juga menonton.
Itu pun tanpa sepengetahuan ayah
dan Ibu Dinda. Dinda berpamitan
pada orangtuanya untuk menginap
dalam rangka belajar bersama di
rumah salah seorang teman yang
sudah dikenal orangtuanya.
Pulang dari konser SuJu, Dinda
terlihat murung. Dinda malah
merasa tidak mendapatkan kepuasan
apa-apa. Berdesak-desakan dengan
ELF (penggemar SuJu), menonton
idolanya bergaya di panggung, dan
berusaha untuk fun menikmati
hentakan musik, tapi entah mengapa
Dinda malah merasa semua itu sia-
sia. Dinda malah merasa bersalah
telah berbohong pada kedua
orangtuanya.
…Idolakanlah orang yang
mendorong kita untuk selalu dekat
dengan kebaikan…
Fenomena mengelu-elukan artis
memang sebuah pemandangan yang
tak asing terjadi. Memang sih nggak
melulu pelakunya kita-kita, yang
masih remaja. Namun, polah teman-
teman kita yang pagi-pagi sudah
menjadi penonton acara musik live
di televisi, seakan menjadi sebuah
tren yang membenarkan kalau yang
hobi ngejar-ngejar idola itu ya kita
para remaja. Nggak gaul kalau
belum pernah nonton live artis atau
memfoto langsung sang idola.
Sampai akhirnya banyak teman kita
yang katanya sedang mencari jati
diri dengan mengidolakan
seseorang, kemudian sama sekali
kehilangan jati dirinya karena meng-
copy paste habis-habisan sang idola.
Idola memang diperlukan dalam
pengembangan kepribadian
seseorang. Karena, manusia pada
dasarnya memang membutuhkan
panutan yang bisa menjadi cermin
saat harus menentukan apa yang
harus dipilih. Punya idola memang
naluriah tetapi mencari dan
menetapkan siapa idola kita, juga
harus benar-benar sosok yang luar
biasa yang bahkan lebih mulia dari
kita manusia biasa. Jangan sampai
idola kita tersebut malah membuat
kita menjauhi kebenaran, semakin
dekat dengan keburukan, bahkan
membuat kita lalai dari Allah SWT.
…Mengidolakan Rasulullah tidak
akan membuat kita ilfil (ilang
feeling), justru akan membuat kita
lebih semangat berbuat kebaikan…
Jangan sampai kita terjebak pada
kekaguman kita pada sang idola
kemudian melakukan hal negatif
seperti yang dilakukan oleh Dinda
yang berbohong pada orangtuanya.
Juga jangan mengidolakan orang
yang mendorong kita atau
membiarkan kita melakukan
tindakan yang buruk.
Oleh karena itu, idolakanlah orang
yang mendorong kita untuk selalu
dekat dengan kebaikan bahkan yang
pertama kali konsisten melakukan
kebaikan tersebut. Maka, tentu tidak
ada pilihan yang terbaik kecuali
Rasulullah SAW. Soalnya, tentu kita
tidak mengetahui seorang pun yang
menyamai Rasulullah dalam hal
kebaikan dan teladan untuk selalu
taat kepada Allah SWT. Mengapa
harus kita harus tahu siapa dan
bagaimana idola kita? Sebab, Allah
SWT bertitah gini, Sobat:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa
yang kamu tidak memiliki
pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan, dan hati; semua itu
akan dimintai
pertanggungjawaban.” (Qs Al-
Israa:36)
Insya Allah, mencintai dan
mengidolakan Rasulullah tidak akan
membuat kita ilfil (ilang feeling)
seperti yang dialami Dinda selepas
nonton konsernya SuJu.
Mengidolakan Rasulullah SAW justru
akan membuat kita lebih semangat
berbuat kebaikan. Mengikuti
Rasulullah SAW juga akan membuat
hati kita berbunga-bunga selalu
karena akan banyak orang yang juga
semakin mencintai kita karena
pribadi kita yang semakin
mempesona. [Prima Arina/voa-
islam.com]
#semoga manfaat ..

PENGUCAPAN "ALLAH" DAN KESEHATAN

Dalam sebuah penelitian di Belanda
yang dilakukan oleh seorang
profesor psycologist yang bernama
Vander Hoven [ VH ] , dimana telah
mengadakan sebuah survey terhadap
pasien di rumah sakit belanda yg
kesemuanya non muslim
selama tiga tahun. Dalam penelitian
tersebut VH melatih para pasien
untuk mengucapkan kata ALLAH
[ Islamic pronouncing ] dengan jelas
dan berula...ng-ulang. Hasil dari
penelitian tersebut sangat
mengejutkan, terutama sekali untuk
pasien yang mengalami gangguan
pada fungsi hati dan orang yang
mengalami stress / ketegangan
[ tension ].
AL Watan, surat kabar Saudi
sebagaimana telah mengutip dari
peryataan profesor VH tsb, yang
mengatakan bahwa seorang muslim
yang biasa membaca Al-Qur’an
secara rutin dapat melindungi
mereka dari penyakit mental dan
penyakit-penyakit yang ada
hubungannya [ psychological
diseases ]. VH juga menerangkan
bagaimana pengucapan kata ALLAH
tsb sebagai solusi dari kesehatan , ia
menekankan dalam penelitiannya
bahwa huruf pertama dalam ALLAH
yaitu ‘A’ dapat melonggarkan
[ melancarkan ] pada jalur
pernafasan [ respiratory system ],
dan mengontrol pernafasan
[ controls breathing ]. dan untuk
huruf konsonan ‘ L ‘ dimana lidah
menyentuh bagian atas rahang dapat
memberikan efek relax , juga VH
menambahkan bahwa huruf ‘ H ‘
pada ALLAH tsb dapat
menghubungkan antara Paru-paru
dan Jantung dimana dapat
mengontrol system dari denyut
jantung [ heart beat ].
Subhanallah, sungguh luar biasa
kebesaran Allah SWT ini, dimana
penelitian yang dilakukan oleh
seorang profesor non muslim yang
tertarik dan meneliti akan rahasia
Al-Qur’an ini sangat mengejutkan
para ahli kesehatan di Belanda.
Sekarang bagaimana dengan kita
sebagai seorang muslim yang
meyakini akan kebesaran kitab Suci
Al Qur’an, sudahkan membaca dan
mengamalkannya..?
Allah says : We will show them our
signs in the universe and in their
own selves, until it becomes
manifest to them that this [ Quran ]
is the truth.
Yaitu jalan Allah yang kepunyaannya
segala apa yang ada dilangit dan di
bumi , ingatlah bahwa kepada Allah-
lah kembalinya segala urusan. [ QS :
42 : 53 ]
——————————————————————————
[ Sumber dari Indonesian Moslem
Student Association of North
America ]

Fenomena Para Gadis Menangis Karena Idola Tampan Boyband Korea

Wahai adik-adikku yang dirahmati
Allah, tidak tahukah kalian bila
Nabi Muhammad sebelum ajalnya
menangisi dan memanggil kita?
"Ummati, Ummati...."lirih suara
Nabi.
Beliau khawatir kepada kita,
umatnya.
Beliau menangisi kita...
Wahai adik-adikku yang dirahmati
Allah, tahukah siapa yang menjadi
perhiasan dunia sekaligus tiang
negara ? ya kalian adik -adik
perempuan yang kelak akan
menjadi ibu bagi putra-putri kalian.
Lantas mengapa kalian rela
berdesak-desakan di bandara
berdesak-sesak menunggu
kehadiran para pemuda
tampan dari Korea itu?Kalian
menangis saat mereka tidak
menemui kalian.
Tahukah adik-adiku,
sebenarnya mereka sama
sekali tidak perduli dengan
nasib kalian kelak di akherat.
MEREKA TIDAK MENGENALI
KALIAN DI ALAM AKHIRAT.
Dan mereka tidak bisa
memberi keselamatan saat api
neraka menjilat memanggil
kita.
Beri!ah satu ruang kosong di
hati kalian, khusus hanya
untuk satu idola kalian, Nabi
Muhammad. Mengapa harus
Nabi, bukan Super Junior,
atau Justin Bieber?
Allah menjawab :
"Sungguh telah ada pada diri
Rasulullah itu suri tauladan
yang baik bagimu yaitu bagi
orang yang mengharap rahmat
Allah dan kedatangan hari
kiamat dan yang banyak
mengingat Allah"
(Surah Al Ahzab 33:21)
Suju, Justin dan manusia itu
hanyalah makhluk biasa.
Jangan beri kepada mereka
sikap cinta berlebih karena
mereka qiut,kata kalian..
KeQIUUTan mereka tidak akan
menyelamatkan kalian dari
neraka dan keQIUTAN mereka
juga tidak menyebabkan
kalian dimasukkan ke dalam
rahmat Allah.
Perbanyak shalawat pada
nabi, pakailah jilbab, jaga
kehormatan, kerjakan shalat
dan puasa, itulah tanda kalian
mengidolakan Nabi
Muhammad .. yang
super,super dan lebih super
jutaan kali dari manusia-
manusia kafir itu...
Sadarlah adik-adikku...
... Semoga tulisan ini dapat
membuka pintu hati kita yang
telah lama terkunci ...

Fenomena Para Gadis Menangis Karena Idola Tampan Boyband Korea

Wahai adik-adikku yang dirahmati
Allah, tidak tahukah kalian bila
Nabi Muhammad sebelum ajalnya
menangisi dan memanggil kita?
"Ummati, Ummati...."lirih suara
Nabi.
Beliau khawatir kepada kita,
umatnya.
Beliau menangisi kita...
Wahai adik-adikku yang dirahmati
Allah, tahukah siapa yang menjadi
perhiasan dunia sekaligus tiang
negara ? ya kalian adik -adik
perempuan yang kelak akan
menjadi ibu bagi putra-putri kalian.
Lantas mengapa kalian rela
berdesak-desakan di bandara
berdesak-sesak menunggu
kehadiran para pemuda
tampan dari Korea itu?Kalian
menangis saat mereka tidak
menemui kalian.
Tahukah adik-adiku,
sebenarnya mereka sama
sekali tidak perduli dengan
nasib kalian kelak di akherat.
MEREKA TIDAK MENGENALI
KALIAN DI ALAM AKHIRAT.
Dan mereka tidak bisa
memberi keselamatan saat api
neraka menjilat memanggil
kita.
Beri!ah satu ruang kosong di
hati kalian, khusus hanya
untuk satu idola kalian, Nabi
Muhammad. Mengapa harus
Nabi, bukan Super Junior,
atau Justin Bieber?
Allah menjawab :
"Sungguh telah ada pada diri
Rasulullah itu suri tauladan
yang baik bagimu yaitu bagi
orang yang mengharap rahmat
Allah dan kedatangan hari
kiamat dan yang banyak
mengingat Allah"
(Surah Al Ahzab 33:21)
Suju, Justin dan manusia itu
hanyalah makhluk biasa.
Jangan beri kepada mereka
sikap cinta berlebih karena
mereka qiut,kata kalian..
KeQIUUTan mereka tidak akan
menyelamatkan kalian dari
neraka dan keQIUTAN mereka
juga tidak menyebabkan
kalian dimasukkan ke dalam
rahmat Allah.
Perbanyak shalawat pada
nabi, pakailah jilbab, jaga
kehormatan, kerjakan shalat
dan puasa, itulah tanda kalian
mengidolakan Nabi
Muhammad .. yang
super,super dan lebih super
jutaan kali dari manusia-
manusia kafir itu...
Sadarlah adik-adikku...
... Semoga tulisan ini dapat
membuka pintu hati kita yang
telah lama terkunci ...

 

Copyright @ 2013 ALFAMA.

Designed by Templateify & Sponsored By Twigplay